Prinsip Pernikahan dalam Kristen dan Dasarnya dalam Kitab Suci

jeffriegerry01@gmail.com
2



Prinsip Pernikahan dalam Kristen dan Dasarnya dalam Kitab Suci

1. Pernikahan Adalah Rencana Allah Pernikahan dalam pandangan Kristen bukanlah hasil kebudayaan atau institusi sosial, tetapi merupakan inisiatif Allah sendiri sejak penciptaan manusia. Ketika Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam, Ia menetapkan dasar bahwa laki-laki dan perempuan akan hidup bersama dalam kesatuan yang kudus.

Dasar Alkitab: "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." (Kejadian 2:24)

Pernikahan adalah perjanjian ilahi, bukan hanya kontrak sosial. Ini adalah panggilan spiritual untuk hidup bersama dalam kasih, kesetiaan, dan pengabdian satu sama lain.

2. Kesatuan yang Kudus dan Tak Terpisahkan Yesus menegaskan bahwa pernikahan adalah penyatuan yang dilakukan oleh Tuhan sendiri. Oleh karena itu, perceraian bukanlah pilihan mudah dan bukan solusi ringan menurut ajaran Kristen.

Dasar Alkitab: "Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Markus 10:9)

Pernikahan Kristen harus dijalani dengan komitmen seumur hidup, tidak mudah menyerah di tengah tantangan.

3. Monogami: Satu Suami dan Satu Istri Kristen menetapkan pernikahan sebagai relasi antara satu pria dan satu wanita, yang menjadi satu dalam kasih dan kesetiaan.

Dasar Alkitab: "Tetapi karena bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri." (1 Korintus 7:2)

4. Kesetiaan dalam Cinta dan Hormat Relasi suami-istri dalam Kristen mencerminkan hubungan Kristus dengan jemaat: penuh kasih, pengorbanan, dan saling menghormati.

Dasar Alkitab: "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:25) "Demikian juga kamu, hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan." (Efesus 5:22)

Kesetiaan bukan sekadar tidak berselingkuh, tapi hadir dalam bentuk cinta yang aktif, perhatian, pengertian, dan pengampunan.

5. Tujuan Pernikahan: Kesatuan, Penolong, dan Keturunan

  • Kesatuan dalam Daging dan Roh: (Kejadian 2:24)

  • Penolong Seimbang: "Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18)

  • Melahirkan dan Mendidik Keturunan: "Beranak cuculah dan bertambah banyaklah; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu..." (Kejadian 1:28)

6. Pernikahan Sebagai Sarana Pengudusan Pernikahan adalah wadah untuk pertumbuhan rohani, di mana pasangan belajar tentang pengorbanan, kesabaran, pengampunan, dan pelayanan.

Dasar Alkitab: "Karena itu, suci dan hormatlah perkawinan di antara kamu..." (Ibrani 13:4)

7. Pernikahan adalah Cerminan Hubungan Kristus dan Jemaat Pernikahan Kristen adalah simbol rohani dari hubungan Kristus dengan jemaat. Ini menuntut kasih dan pengorbanan sejati.

Dasar Alkitab: "Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat." (Efesus 5:32)

8. Doa dan Firman: Pondasi Pernikahan Kristen Pernikahan Kristen dibangun di atas dasar hubungan pribadi dengan Tuhan.

Dasar Alkitab: "Tali tiga lembar tidak mudah diputuskan." (Pengkhotbah 4:12)

Kesimpulan Pernikahan Kristen adalah perjanjian kudus antara seorang pria dan seorang wanita yang disatukan oleh Allah. Ia adalah tempat pertumbuhan rohani, cinta yang sejati, dan pelayanan yang saling melengkapi. Dengan menjadikan Tuhan sebagai pusat, pasangan Kristen dapat menjalani pernikahan yang penuh berkat, tahan uji, dan menjadi kesaksian bagi dunia.


Tags

Posting Komentar

2Komentar

  1. Terima kasih Admin, saya punya sepeda listrik dan dapat panduan ini. Informasi ini berguna

    BalasHapus
  2. informasi yang bermanfaat... terima kasih admin untuk ilmunya

    BalasHapus
Posting Komentar